19 Apr 2017 : Shibuya

Posted in: Japan

Setelah urusan ticket – ticket kami beres, waktunya makan siang. Agak bingung juga mencari tempat makan di sekitar stasiun Shinjuku, jadi kami sempat bertanya kepada beberapa orang Jepang. Mereka menunjukkan area food court yang berlokasi dalam mall.Ngomong sama orang Jepang itu susah – susah gampang, kebanyakan mereka tidak bisa berbahasa Inggris. Kalo pun bisa, itu pun sepatah dua patah kata….paling repot kalo nanyakan jalan, mereka bilang ke arah kanan, tapi seringnya tangan menunjuk ke kiri hihihi ๐Ÿ˜€ Kami ke Jepang juga tanpa modal bahasa Jepang sama sekali, tahunya cuma arigato gozaimasu yang lainnya gelap ๐Ÿ˜€

Kami memasuki area mall sesuai yang ditunjukkan, langsung dihadapkan dengan pemandangan semacam supermarket makanan, hampir semuanya menjual aneka macam bento, sushi dalam kemasan yang menarik. Tapi disana tidak ada tempat duduk untuk makan, jadi orang hanya membeli kemudian dibawa pulang. Jadi kami hanya jalan – jalan sambil melihat – lihat dan menahan lapar hehehe ๐Ÿ˜

Menarik kan …. yummy ๐Ÿ™‚

Tanya sana – sini lagi, ternyata food court ada dilantai 6 jadi kami segera menuju lift. Sampai diatas sebenarnya bukan food court tapi beberapa restoran, jadi kami memilih salah satu dari restoran yang display makanannya menarik ๐Ÿ˜Š 

Makanan yang kami pesan berupa paket nasi, lauk, sayur, sop dan ada desert juga berupa puding tahu….kami gambling saja pesannya berdasarkan gambar : 3 set plus tambahan 1 mangkok nasi putih dengan total ยฅ3640. Makanannya lumayan rasanya….
O iya….untuk uang makan awal, kami collect masing – masing ยฅ10.000 / orang jadi total ยฅ40.000 diharapkan bisa bertahan selama 10 hari ๐Ÿ˜€

Our 1st lunch in Tokyo

Urusan perut selesai, rute selanjutnya kami mau ke Tokyo station. Ini adalah tempat berkumpulnya kereta – kereta termasuk shinkansen dan terdapat berbagai macam jalur kereta kedalam maupun keluar kota Tokyo. Selain itu bentuk bangunan luarnya juga sangat artistik, tapi sayang ketika kami tiba disana sementara renovasi, tapi masih bisa terlihat bentuk bangunannya yang antik. Akhirnya kami cuma jalan – jalan di sekitar Tokyo station. Area sekitarnya merupakan perkantoran, semacam business district. 

Tokyo Station

Selesai putar โ€“ putar sekitar Tokyo station, kami langsung menuju ke Shibuya menggunakan Subway, cukup rumit jg membaca peta subway secara manual, tapi kami juga terbantu dengan aplikasi android yang diinstal di handphone, yaitu Japan Travel dan juga Google Maps.  

Kami sudah tidak sabar untuk melihat Shibuya, karena hari semakin sore dan kami belum mencari lokasi apartemen. Keluar dari Shibuya station kami langsung menuju patung Hachiko. Ternyata antrian panjang untuk berfoto. 

Patung Hachiko

Semakin sore lautan manusia semakin padat di Shibuya crossing street yang sangat terkenal. Bingung melihatnya dari mana saja orang – orang berlalu – lalang tanpa henti. 

Shibuya Crossing Street

Kami tidak sempat untuk menjelajah lebih jauh di area Shibuya, padahal disini banyak banget tempat shopping dan juga hari semakin sore. Kami bergegas balik ke Shinjuku station untuk mengambil koper yang kami titipkan dan mencari lokasi apartemen kami.

Sampai di Shinjuku station kami memutuskan untuk mencari makan malam dan ramen menjadi pilihan kami malam itu. Kuahnya enak banget….benar – benar pas untuk lidah Indonesia.

Japanese Ramen

Selesai makan malam….”drama mencari apartemen” dimulai ๐Ÿ˜† ketika kami keluar dari Shinjuku station, angin kencang banget dan udara dingin sekali. Para ladies traveller berbekal petunjuk owner pemilik rumah dan google maps kami harus berjalan kaki sekitar 15 menit dan dengan gigihnya kami menarik koper masing – masing sepanjang jalan, tapi….ternyata kami salah arah….malahan gak sampai – sampai….akhirnya kami memutuskan balik ke Shinjuku station. Kemudian kami memutuskan mengambil jalur yang sebaliknya, tapi feeling kami mengatakan arahnya juga tidak tepat. Ahhhhh….pusing, capek berkumpul jadi satu. Kami memutuskan menghubungi pemilik apartemen agar dapat menjemput kami di Shinjuku station. Kami pesan apartemen via AirBNB, disitu ada fasilitas chat messenger jadi kami bisa langsung berkomunikasi dengan owner, tapi jawaban owner mengecewakan karena dia tidak bisa menjemput kami dan dia memberikan saran agar kami naik taksi dengan biaya sekitar 800 – 1000 yen atau sekitar Rp.120.000,-. Akhirnya kami memutuskan naik taksi saja dan kami memesan 2 taksi dengan menunjukkan alamat sesuai di aplikasi AirBNB yang dikirimkan owner kepada kami. Saya dan Linda satu taksi, Chicha dan Syenny juga satu taksi. Kami merasa lega sekali ketika sudah berada dalam taksi yang rasanya hangat. Tapi drama masih terjadi, kami diturunkan ditempat yang menurut supir taksi adalah gedung apartemen kami. Karena malam dan gelap jadi kami menurut saja, wah…ternyata gambar gedung yang dikirimkan owner tidak sama dengan gedung yang kami diturunkan oleh supir taksi. Kami pun mulai panik, apalagi taksi yang satunya juga belum tiba. Kami saling mengontak via WA phone ternyata mereka juga tersesat, supir taksi mengantar ke tempat yang salah. Semakin paniklah kami….๐Ÿ˜•

Depan gedung apartemen gelap dan sepi, tidak ada kendaraan lewat…modal kami cuma doa dan handphone ditangan untuk saling berkomunikasi. Pelajaran penting saat itu adalah kami bersyukur sudah meriset perjalanan kami dengan baik, yaitu dengan mengaktifkan paket data dari hp kami masing – masing. Kami menggunakan XL Pass dengan masa aktif 30 hari. Agak mahal dikit sih, tapi sangat berharga untuk situasi kami saat itu.

Beberapa menit kemudian, Syenny menelpon balik bahwa mereka sudah diturunkan di gedung apartemen yang benar….ahhhhh….puji Tuhan ๐Ÿ˜Š sisa kami berdua ini harus mencari jalan. Udara semakin dingin dan angin pun tetap berhembus dengan kencang…kami akhirnya keluar dari gedung yang salah dan memutuskan berjalan kaki menuju jalan raya. Beberapa meter kami berjalan dan sempat menengok kesebelah, ternyata ada Syenny dan Chicha disitu…hahaha ๐Ÿ˜€ ternyata gedung kami bersebelahan saja, benar – benar pengalaman mengesankan…kami pun saling menertawai pengalaman kami malam ini.

Drama masih belum selesai, dilanjutkan mencari kunci apartemen dengan membuka loker yang ada dibawah, ada 10 menit kami berusaha membuka loker dengan memasukkan nomor kombinasi yang diberikan. Puji Tuhan akhirnya berhasil juga….drama malam ini berhasil sempurna ๐Ÿ™‚ benar – benar perjalanan mengesankan untuk hari kedua kami di Tokyo.

#LadiesTraveller

Author

5 thoughts on “19 Apr 2017 : Shibuya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *