Day 1 : Walking around Sydney Harbour Bridge

Posted in: Australia

Kami berempat berangkat secara terpisah menuju Sydney. Sinyung dan Mariati sudah duluan terbang ke Australia,  mereka mau main – main dulu di Perth. Saya dan Mbak Rina menyusul karena kami masih ada yang harus dikerjakan sebelum liburan dimulai. Tanggal 3 Juni 2019 kami terbang dari Denpasar – Bali menuju bandara Kingsford Smith di Sydney menggunakan maskapai Jet Star dengan waktu perjalanan sekitar 8 jam. Cukup lama ya….tapi karena kami mengambil penerbangan malam, jadi tidak masalah karena waktu yang panjang itu kami gunakan untuk istirahat. 3 Juni 2019 jam 22.35 Wita pesawat kami lepas landas dari Bandara Ngrurah Rai, Denpasar – Bali dan kami mendarat dengan selamat sekitar jam 6.15 pagi waktu Sydney. 

Can’t wait to see you Australia….

Tiba di Sydney seperti biasa kami harus melewati proses imigrasi, karena sekarang system imigrasi elektronik jadi kami hanya menunjukkan passpor beserta visa yang telah kami print dan tidak ada cap sebagai bukti telah memasuki Australia. Tetapi dengan pede, kami menghampiri salah satu petugas imigrasi menanyakan apakah mereka boleh memberi kami stemple imigrasi dalam passpor kami dan mereka pun tidak keberatan, yeaaaahhhhh…..rasanya sah diterima memasuki Australia.

Sah….memasuki Australia 🙂

Setelah itu perjuangan masih belum selesai, kami masih harus mengambil bagasi. Ini juga proses yang membuat kami sedikit deg – degan karena banyaknya info yang kami terima seringkali koper harus diperiksa oleh pihak otoritas bandara dan sangat menyeramkan, tetapi hal itu tidak terjadi pada kami dan proses pengambilan bagasi pun berjalan dengan sangat lancar. Puji Tuhan…kami pun berjalan keluar and good morning Sydney … 

Sydney…I am coming 🙂

O iya bersamaan hari ini juga, Sinyung dan Mariati sementara terbang dari Perth ke Sydney. Mereka akan tiba di bandara yang berbeda dengan kami, tepatnya di bandara kedatangan domestik yang lokasinya tidak jauh dari bandara tempat kami tetapi untuk menuju kesana, kami harus menggunakan shuttle bus khusus antar bandara. Kedatangan mereka, diperkirakan masih sekitar 2 jam lagi, sehingga kami memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu dengan membeli makanan Mc Donald yang ada dalam bandara.  

Enjoy our 1st meal in Sydney
Burger and coffee for our breakfast

Kira – kira sejam setelahnya, masuklah berita dari Sinyung dan Mariati bahwa mereka juga sudah mendarat di Sydney dan kami pun bergegas kesana untuk menemui mereka. Akhirnya…perjalanan kami pun dimulai 🙂

Meet up the team

Untuk menuju kota tempat kami menginap di Sydney, Sinyung memutuskan agar kami menggunakan semacam bus kecil dari bandara yang dapat mengantar kami langsung ke lokasi tujuan, biayanya saya lupa per orang berapa.

Selama 2 hari ( 4-6 Juni 2019 ) kami menyewa apartemen di daerah Millers Point, yang pemandangannya langsung menghadap Sydney Harbour Bridge. Sebenarnya ini bukan apartemen tetapi semacam rumah tinggal yang dibisa digunakan untuk 4 orang dengan fasilitas yang lengkap didalamnya.

Kami pun memasuki rumah yang kami sewa, kemudian beres – beres barang dan setelah itu kami memutuskan untuk keluar rumah untuk jalan – jalan memulai trip singkat kami di kota Sydney.

Living room
Welcome letter from the owner
1st Bedroom

Saat itu di Sydney mulai memasuki musim dingin, jadi kami harus keluar rumah pastinya dengan jaket lengkap, sepatu, topi dan juga membawa payung kecil untuk berjaga – jaga kalau tiba – tiba hujan di jalan.

Our 1st day trip around Sydney

Tujuan kami yang pertama adalah menuju Sydney Harbour Bridge , lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal kami. Kami hanya berjalan kaki sambil sesekali singgah untuk berfoto kalau melihat spot foto yang bagus.

Sampailah kami di Pylon Lookout dan kami harus membayar AUD$15 saat itu, untuk tahun 2020 sudah naik menjadi AUD$19. Ini merupakan tempat terbaik untuk menyaksikan pemandangan kota Sydney, terlebih lagi kita bisa mendapatkan spot foto terbaik  dengan latar belakang Sydney Opera House serta Pelabuhan di sekitarnya dan di dalam Pylon juga diputarkan film singkat tentang proses pembuatan Sydney Harbour Bridge.

Pemandangan Sydney Opera House dari atas Pylon
Pemandangan Sydney harbour bridge dari atas Pylon

Selasai dari Pylon, perut kami sudah berteriak minta diisi dan jam juga sudah melewati jam makan siang saat itu sehingga kami memutuskan mencari tempat makan yang terdekat dan pilihan kami jatuh pada “The Rocks Café” sebelumnya kami juga melihat ulasan restoran ini pada Trip Advisor dan makanannya pun recommend ya buat kami sebagai traveller, jenis makanannya Western food dan kami menghabiskan total AUD$76 untuk kami berempat.

Our lunch from The Rocks Cafe

Salad

Saat itu waktu sudah semakin sore menjelang malam, kami melanjutkan perjalanan ke Sydney Opera House untuk melihat pertunjukan Festival Vivid Sydney 2019 yang berlangsung selama 23 hari mulai 24 Mei sampai 15 Juni 2019. Festival Vivid Sydney adalah festival pertunjukan cahaya yang merupakan agenda tahunan untuk merayakan inovasi dan kreativitas. Kilauan cahaya perpaduan teknologi dengan desain cantik dan menarik sangat memanjakan mata kami, meskipun angin malam sangat dingin saat itu dan juga diselingi dengan hujan yang turun. Kami sangat puas sekali bisa menyaksikan pertunjukan teknologi cahaya yang sangat indah sekali dan tidak terasa waktu menunjukkan jam 22.00 dan kami memutuskan untuk kembali ke rumah dengan menggunakan Uber.

Sydney Opera House with Vivid Sydney
Enjoy Vivid Sydney 2019

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *