Telaga Bidadari : Surga tersembunyi dari Pegunungan Karts Rammang – Rammang Sulawesi Selatan

Posted in: Sulawesi Selatan

Rammang – Rammang adalah area pegunungan karst ( batu kapur) di Maros – Pangkep, tepatnya di desa Salenrang, luasnya sekitar 45.000 hektar dan merupakan kawasan Karst terbesar didunia kedua setelah kawasan Karst di Yunnan, Tiongkok. Rammang – Rammang merupakan Taman Nasional karenanya area ini dilindungi oleh pemerintah.

Telaga Bidadari

Lokasinya tidak  jauh dari Makassar atau kalau punya waktu panjang transit di Makassar, lokasinya dari Bandara Sultan Hasanuddin tidak terlalu jauh sekitar 45 menit . Kalau menggunakan kendaraan pribadi sekitar 1 jam perjalanan. Kami berangkat pagi hari, jam 7 saya sudah jalan dari rumah untuk menjemput para ladies. Sebenarnya jam 7 berangkat sudah agak terlambat, karena matahari cukup panas nantinya ketika kami tiba, tetapi karena membiarkan tamu yang baru tiba bisa istirahat lebih panjang sedikit di Makassar jadi gak papa. Sekitar jam 8 lewat kami tiba di Rammang – Rammang. Panas menyengat matahari menyambut kedatangan kami, tetapi kami sangat gembira karena kami boleh melakukan perjalanan bersama – sama lagi setelah trip terakhir kami di Jepang.

Gerbang Selamat Datang Rammang – Rammang

O iya…terakhir kali saya kesana itu Desember 2016 toilet belum jadi atau masih dalam pengerjaan, tetapi sekarang toilet dan beberapa bangunan pusat informasi sudah jadi, termasuk gapura selamat datang.

Area Karst dinikmati dengan menyusuri sungai menggunakan perahu kecil atau biasa disebut Katinting, biayanya sudah ditentukan jadi tidak perlu repot untuk tawar – menawar, karena kami bertiga jadi biaya perahu kami 200rb yang akan dibayarkan setelah tiba kembali di dermaga.

Tarif Perahu

O iya karena perahu kecil yang digunakan untuk menyusuri sungai tanpa atap, jadi cuaca panas sangat terasa, sebaiknya membawa beberapa perlengkapan berikut :

  1. Tas ransel / selempang yang nyaman
  2. Topi
  3. Kacamata hitam
  4. Sunblock / krim tabir surya
  5. Air minum
  6. Kamera ( cukup handphone saja biar simple )
  7. Sepatu olahraga atau sandal gunung’
  8. Handuk kecil
Perlengkapan menjelajah Rammang Rammang

Sebenarnya di area dermaga ada penyewaan topi pandan dengan harga 5rb, tapi ketika kami tiba belum buka, sehingga akhirnya Chicha berinisiatif menggunakan payung selama menyusuri sungai.

是epanjang jalur sungai yang kami lewati pemandangannya sangat indah. Bukit  – bukit kapur yang tinggi serta pepohonan nipah dan bakau menjadi pesona keindahan sepanjang sungai ini. Juga beberapa rumah penduduk  tradisional khas Sulawesi Selatan. Paling seru juga ketika perahu kami berpapasan dengan perahu lain, kami akan terguncang karena tidak seimbang akibat ombak yang ditimbulkan masing – masing perahu.

Ada beberapa lokasi wisata yang akan dilewati dan kita bisa singgah untuk menikmati, tetapi kami memutuskan hanya 2 lokasi yang kami singgah yaitu Telaga Bidadari dan Kampung Berua.

Menurut warga setempat Telaga Bidadari konon katanya merupakan tempat mandi para bidadari dari langit, hehehe 🙂 sangat menarik….so…mari kita kunjungi.

Dari lokasi perhentian untuk menuju Telaga Bidadari kami perlu berjalan kaki sekitar 20 menit, yang cukup menguras energi karena melewati sawah, jembatan bambu yang tidak terawat lagi serta beberapa tebing yang memerlukan pendakian. Rasa letih kami terbayar dengan suasana damai dan sejuk yang sangat terasa. Airnya jernih dan dingin karena berasal dari sumber mata air alami, seandainya kami membawa baju ganti kepingin sekali menceburkan diri di telaga itu. Kami menikmati suasana di Telaga Bidadari sambil bergantian mengambil foto.

Telaga Bidadari

Setelah puas menikmati Telaga Bidadari, kami melanjutkan perjalanan kembali berjalan kaki menuju lokasi perahu semula.

Lokasi selanjutnya adalah kampung Berua, yang merupakan kampung dengan posisi diantara bukit – bukit Karst yang menjulang tinggi. Sebelum menikmati pemdangan kampung Berua kami wajib membayar biaya retribusi sebesar 5rb / orang.

Kampung Berua

Pemandangan indah terhampar didepan mata, tidak henti – hentinya tiap tempat kami berhenti untuk mengambil foto. Ada beberapa spot sebenarnya di area kampung Berua yang bisa kita nikmati yaitu Goa Kalelawar,situs Karama, Padang Ammaruang yang merupakan spot diatas bukit dimana kita bisa melihat pemandangan kampung Berua dari ketinggian, tapi jalannya lumayan jauh dan juga panas matahari sangat menyengat, sehingga kami memutuskan untuk beristirahat dengan mampir disebuah warung kecil. Karena listrik sudah masuk, jadi minuman kemasan dingin juga tersedia. Benar – benar menjadi pelepas dahaga di cuaca panas terik. Kami juga memesan es kelapa muda sambil duduk menikmati pemandangan hamparan bukit Karst. Selain itu juga beberapa fasilitas umum sudah tersedia seperti toilet, mushola, bale – bale untuk beristirahat dan juga penginapan / home stay. 

Setelah beristirahat beberapa saat, kami melanjutkan perjalanan menuju spot dimana  beberapa sapi lagi menikmati rerumputan, kami pun bergantian mengambil gambar disitu, kemudian kami memutuskan untuk pulang. Pengalaman indah boleh kami dapatkan hari ini dengan menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan yang luar biasa.

#LadiesTraveller

Author

1 thought on “Telaga Bidadari : Surga tersembunyi dari Pegunungan Karts Rammang – Rammang Sulawesi Selatan”

  1. I’m not sure where you are getting your info, however great topic.
    I must spend some time studying more or working out more.
    Thank you for magnificent information I
    was in search of this information for my mission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *